Jawa Pos Radar Madiun – Harga bumbu dapur di Kota Madiun melonjak jelang Ramadan.
Cabai rawit tembus Rp 85 ribu per kilogram.
Naik sekitar 50 persen dibanding harga normal yang biasa berada di kisaran Rp 40 ribu per kilogram.
Bawang merah ikut merangkak. Harganya kini Rp 40 ribu per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada daging ayam ras.
Harga berada di kisaran Rp 40 ribu per kilogram.
Meski naik, angka tersebut masih sesuai harga acuan penjualan (HAP).
Analis Perdagangan Ahli Muda Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Madiun Tri Prasetyaningrum mengatakan, pemantauan harga bapok rutin dilakukan menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
“Kegiatan ini rutin tahunan,” ujarnya, kemarin (13/2).
Dari hasil pemantauan di Pasar Besar Madiun (PBM), kenaikan paling terasa terjadi pada cabai rawit dan bawang merah.
Menurut Tri, dua komoditas tersebut masuk kelompok volatile food yang mudah bergejolak.
Salah satu pemicunya cuaca yang memengaruhi pasokan.
Untuk menekan dampak lonjakan harga, Disdag akan berkoordinasi dengan pelaku usaha, mulai katering, restoran, hingga hotel.
Salah satunya mendorong penggunaan cabai kering atau olahan cabai.
Pemkot juga menyiapkan intervensi lewat operasi pasar murah (OPM) dan gerakan pangan murah (GPM).
“Masyarakat dapat memanfaatkan program itu, terutama kelompok berpenghasilan rendah,” katanya.
Sementara itu, pedagang PBM Purwanto menyebut harga ayam ras naik dalam tiga hari terakhir.
Dari Rp 35 ribu per kilogram, sempat Rp 38 ribu, lalu tembus Rp 40 ribu.
Kenaikan tersebut berdampak pada penurunan pembeli.
Jika biasanya bisa menjual satu kuintal per hari, kini hanya sekitar 20 kilogram.
“Jelang Ramadan mestine naik lagi. Wong itu tiap hari naik,” keluhnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto