Jawa Pos Radar Madiun – Program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemkot Madiun selama Ramadan diserbu masyarakat.
Sejumlah komoditas bahan pokok bahkan habis terjual hanya dalam waktu singkat.
Seperti pelaksanaan GPM di halaman depan Dumilah Park, Kelurahan Klegen, Selasa (24/2).
Baru dibuka pukul 08.00, stok bahan pokok selain beras ludes sekitar 1,5 jam kemudian.
Kabid Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun Sumini mengatakan tingginya antusiasme warga dipicu harga komoditas yang lebih murah dibanding harga pasar.
’’Tujuannya mendekatkan masyarakat dengan kebutuhan pangan harga terjangkau tanpa harus jauh ke pasar atau ritel modern,’’ ujarnya.
Pemkot menjadwalkan GPM digelar bergilir di 14 kelurahan hingga sepekan sebelum Lebaran dengan menggandeng Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) sebagai mitra distribusi.
Beberapa komoditas dijual di bawah harga pasaran.
Antara lain MinyaKita Rp 15.500 per liter, beras SPHP Rp 56 ribu per 5 kilogram, gula pasir Rp 16.500 per kilogram, serta telur ayam ras Rp 28.500 per kilogram.
Telur ayam ras menjadi komoditas paling cepat habis.
Stok 50 kilogram ludes sekitar satu jam setelah penjualan dibuka.
Pada pelaksanaan tersebut, DKPP menyiapkan beras SPHP satu ton, beras premium satu kuintal, beras lokal 60 paket, minyak goreng 600 liter, gula pasir 100 kilogram, serta telur ayam ras 50 kilogram.
Program pangan murah berikutnya dijadwalkan berlangsung di Kelurahan Kuncen. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto