Jawa Pos Radar Madiun – Ancaman tawon vespa kembali meresahkan warga Kota Madiun.
Dalam satu hari, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun menerima dua laporan evakuasi sarang tawon vespa di lokasi berbeda pada Sabtu (28/2).
Kasi Kegawatdaruratan dan Logistik BPBD Kota Madiun Heter Hidayati menjelaskan, evakuasi pertama dilakukan di Jalan Alpukat, Kelurahan Kejuron, Kecamatan Taman sekitar pukul 10.45 WIB.
Laporan disampaikan warga Andi Bayu Susanto pada pukul 09.42 WIB.
Petugas piket siaga bencana kemudian menuju lokasi dan menemukan sarang tawon menggantung di pohon belakang rumah warga.
’’Dampaknya meresahkan dan mengkhawatirkan warga,’’ ujarnya, Minggu (1/3).
Setelah asesmen, petugas membersihkan sarang dengan metode pembakaran menggunakan perlengkapan pelindung anti lebah, alat bakar, serta tabung gas.
Proses evakuasi berlangsung sekitar 30 menit.
Pada hari yang sama, BPBD kembali menerima laporan kedua di Jalan Sari Mulya Gang Masjid Santren, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kartoharjo.
Sarang tawon ditemukan di atas genteng belakang rumah milik Sutoyo dan Mimin.
’’Karena bulan puasa, evakuasi dilakukan setelah berbuka puasa,’’ jelas Heter.
Petugas memusnahkan sarang menggunakan metode pembakaran serta menyemprotkan cairan pembasmi serangga dan oli di bekas sarang agar tawon tidak kembali.
Tidak ada korban dalam kedua kejadian tersebut.
Heter mengingatkan tawon vespa atau tawon ndas tergolong berbahaya karena sengatannya berisiko fatal.
Warga diminta tidak melakukan penanganan mandiri dan segera melapor apabila menemukan sarang tawon.
’’Masyarakat bisa menghubungi call center 112 atau langsung ke BPBD Kota Madiun,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto