Jawa Pos Radar Madiun – Penanganan rumah roboh milik Wahyu Zu’ari di Jalan Sultan Trenggono, Kelurahan Manguharjo, terus dilakukan.
Kelurahan bersama BPBD, Disperkim, Dinsos PPPA, dan Tagana menggelar kerja bakti membersihkan material serta menurunkan sisa atap bangunan, Selasa (2/3).
Lurah Manguharjo Rudianto mengatakan robohnya atap rumah dipicu material kayu yang telah lapuk.
Bangunan tersebut sebelumnya pernah menerima bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) sekitar 13 tahun lalu.
’’Ke depan bantuan RTLH menjadi prioritas, namun saat ini masih terkendala persyaratan administrasi, terutama sertifikat rumah,’’ ujarnya.
Pemkot telah mengajukan bantuan rehabilitasi rumah serta logistik kebencanaan kepada Plt Wali Kota Madiun melalui Camat Manguharjo dan kini menunggu persetujuan.
Rumah berukuran sekitar 6 x 4,3 meter itu diketahui milik warga kategori desil 4.
Kelurahan juga berencana berkoordinasi dengan ATR/BPN untuk memastikan status kepemilikan lahan karena sertifikat rumah disebut telah tergadaikan sejak lama.
’’Kami akan membantu pengecekan ke BPN agar kepastian hukum terkait sertifikatnya jelas,’’ tambah Rudi.
Sementara itu, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Madiun Heter Hidayati mengatakan pihaknya menurunkan 11 personel dalam kerja bakti sekaligus menyalurkan bantuan tanggap darurat.
Bantuan meliputi paket kebersihan, terpal penutup sementara atap, makanan siap saji, serta selimut bagi korban.
’’Kami juga akan menambah bantuan matras karena korban belum memiliki alas tidur,’’ jelasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto