Jawa Pos Radar Madiun – Kesiapan sarana perkeretaapian menghadapi angkutan Lebaran 2026 mulai dimatangkan.
KAI Daop 7 Madiun melakukan perawatan intensif guna memastikan keamanan perjalanan selama arus mudik dan balik.
Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari mengatakan seluruh armada lokomotif dan kereta menjalani perawatan di Depo Lokomotif Madiun dan Depo Kereta Blitar.
’’Perawatan ini merupakan komitmen kami menyiapkan sarana yang andal dan laik operasi menjelang angkutan Lebaran,’’ ujarnya, Selasa (2/3).
Masa angkutan Lebaran dijadwalkan berlangsung 11 Maret hingga 1 April 2026. Selama periode tersebut, perjalanan kereta ditargetkan berjalan tanpa gangguan teknis.
KAI Daop 7 menyiagakan 10 lokomotif terdiri atas enam unit seri CC 201 dan empat unit seri CC 203.
Selain itu, tersedia 94 unit kereta meliputi 78 kereta penumpang kelas eksekutif dan ekonomi, lima kereta makan dan pembangkit, empat kereta makan, empat kereta pembangkit, serta tiga kereta bagasi.
Perawatan difokuskan pada komponen vital seperti lampu sorot, sistem kelistrikan, spidometer, wiper, hingga deadman pedal sebagai sistem keamanan masinis.
Pemeriksaan juga mencakup rangka bawah, bogey, serta alat perangkai untuk mendeteksi tingkat keausan.
Fasilitas penumpang seperti AC, toilet, kursi, dan penerangan turut dipastikan berfungsi optimal.
’’Jika ditemukan komponen yang melewati batas toleransi, langsung diganti sesuai standar teknis,’’ jelas Tohari.
Lokomotif tersebut akan melayani sejumlah perjalanan kereta seperti KA Madiun Jaya, Bangunkarta, Singasari, Brantas, Kahuripan, hingga KA Brantas tambahan. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto