Jawa Pos Radar Madiun – Lurah dan camat diminta memahami prioritas pembangunan Kota Madiun setiap tahun.
Hal itu penting agar usulan pembangunan dari masyarakat selaras dengan visi-misi kepala daerah.
Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun mengatakan perencanaan pembangunan daerah disusun menggunakan sistem bottom up.
Artinya, usulan program berasal dari masyarakat melalui tahapan musyawarah pembangunan.
’’Usulan itu dari bawah, mulai musrenbangkel, musrenbangcam sampai musrenbangkot. Semuanya harus diselaraskan dengan visi-misi pembangunan daerah,’’ ujarnya usai memberikan pembinaan kepada pegawai Kecamatan Taman, kemarin (5/3).
Karena itu, lurah dan camat harus mengetahui arah prioritas pembangunan kota.
Dengan begitu, usulan yang dihimpun dari masyarakat dapat mengarah pada tujuan pembangunan daerah.
’’Lurah dan camat harus tahu apa yang menjadi prioritas pembangunan tiap tahun. Supaya usulan yang dikumpulkan dari tahun sebelumnya semuanya mengarah pada tujuan pembangunan,’’ jelasnya.
Menurut Bagus, pembangunan kota tidak bertumpu pada individu, melainkan kerja bersama seluruh perangkat daerah dan masyarakat.
Karena itu, lurah yang tidak memahami program kerja pembangunan dinilai patut dievaluasi.
’’Kami ini tidak bicara person to person. Yang kami kejar adalah pembangunan kota. Jadi semuanya harus bergerak bersama,’’ tegasnya.
Dia juga menyinggung catatan DPRD dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Menurutnya, usulan DPRD tetap diperhatikan, namun harus melalui proses kajian sebelum dimasukkan dalam program pembangunan.
’’Usulan dari DPRD tetap kami perhatikan. Tetapi sesuai aturan, semua usulan harus dikaji dan ditelaah terlebih dahulu sebelum diusulkan dalam program,’’ katanya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto