Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

2.104 Warga Madiun Terima BLTD Tahap I, Diingatkan Jangan Buat Baju Lebaran

Erlita H • 2026-03-12 08:00:00

Warga antre mencairkan Bantuan Langsung Tunai Daerah (BLTD) tahap pertama di Aula Kelurahan Pandean, Kota Madiun. FOTO: BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
Warga antre mencairkan Bantuan Langsung Tunai Daerah (BLTD) tahap pertama di Aula Kelurahan Pandean, Kota Madiun. FOTO: BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

MADIUN – Pemkot Madiun mencairkan sisa alokasi Bantuan Langsung Tunai Daerah (BLTD) tahap pertama kepada 2.104 keluarga penerima manfaat (KPM), Rabu (11/3).

Setiap penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp400 ribu yang merupakan pencairan untuk periode Februari hingga Maret.

Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan penyaluran bantuan tersebut berlangsung hingga Kamis (12/3).

Distribusi bantuan dibagi di tiga lokasi sesuai wilayah kecamatan.

“Penyaluran dilakukan di Aula Kelurahan Pandean untuk Kecamatan Taman, Aula Kelurahan Winongo untuk Kecamatan Manguharjo, dan Kelurahan Oro-Oro Ombo untuk Kecamatan Kartoharjo,” ujarnya.

Dari total penerima bantuan tersebut, Kecamatan Taman menjadi wilayah dengan jumlah penerima terbanyak yakni 933 KPM.

Disusul Kecamatan Manguharjo sebanyak 619 KPM dan Kecamatan Kartoharjo sebanyak 546 KPM.

Secara keseluruhan, anggaran yang disiapkan untuk BLTD tahap pertama mencapai sekitar Rp841 juta.

Bantuan tersebut diberikan kepada warga yang masuk kategori desil 1 hingga 5 serta belum menerima bantuan sosial dari pemerintah pusat.

Bagus berharap bantuan tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga menjelang Lebaran.

“Kami berharap bantuan ini bisa membantu masyarakat memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus menekan potensi inflasi. Jangan sampai dibelikan baju baru Lebaran,” katanya.

Salah satu penerima bantuan, Yanti Rafiah, warga Kuncen, Kecamatan Taman, mengaku bersyukur mendapatkan bantuan tersebut.

Ia datang ke Aula Kelurahan Pandean sejak pagi untuk mencairkan BLTD.

“Alhamdulillah bisa buat menyambung hidup dan kebutuhan rumah tangga,” ujarnya.

Perempuan 42 tahun itu mengatakan bantuan tersebut akan digunakan untuk membeli kebutuhan pokok keluarga, terutama beras.

Ia berharap program bantuan serupa dapat terus dilanjutkan untuk membantu masyarakat kurang mampu.

“Semoga pemerintah tetap memperhatikan warga kurang mampu seperti kami,” harapnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#bantuan warga Madiun #BLTD Madiun #Bantuan sosial Madiun #bansos madiun #BLTD 2026 #madiun #bantuan tunai Madiun #Pemkot Madiun