MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun - Delapan truk parkir berjejer di tengah-tengah halaman Pasar Sayur kemarin (10/3). Bukan untuk bongkar muat. Melainkan membentangkan sejumlah spanduk menyuarakan keresahan. Tuntutan utama mereka, meminta fungsi area parkir dikembalikan sebagaimana mestinya. ‘’Kami menuntut keadilan,’’ kata Rochadi Djonet, korlap Gerakan Sopir Jatim Perwakilan Magetan.
Aksi damai itu berlangsung mulai pukul 11.00 hingga 13.00. Belasan sopir yang hadir memarkir truk di tengah-tengah riuhnya aktivitas pasar. Anggota polisi dan petugas dinas perhubungan (dishub) setempat berjaga di lokasi.
Rochadi mengatakan, pihaknya menyuarakan tiga keresahan. Poin utama, para sopir ingin pemkab setempat mengembalikan fungsi area parkir di Pasar Sayur. Pasalnya, area di utara pasar itu malah digunakan pedagang untuk berjualan. Para sopir juga menyuarakan tuntutan kepada pemkab untuk mengusut dugaan premanisme dan pungli. ‘’Kami resah atas tiga masalah itu,’’ ujarnya.
Rochadi berharap pemkab setempat menanggapi keresahan yang mereka sampaikan. Menurutnya, sudah cukup lama para sopir merasa terganggu. Tak hanya kesulitan melakukan bongkar muat, mereka juga dibayangi tindak premanisme dan pungli. ‘’Kami menuntut pemerintah merespons, kami tidak mau terus-menerus dirugikan,’’ ungkapnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Magetan Sucipto berjanji menindaklanjuti tiga tuntutan sopir truk. Khususnya pengembalian fungsi area parkir. Patut diduga banyak pedagang yang menyerobot lahan parkir untuk menggelar lapak dagangan. ‘’Kami segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan,’’ tuturnya. (tr3/c1/naz/her)
Editor : Hengky Ristanto