MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun - Jalur pendakian Gunung Lawu via Cemorosewu ditutup sementara. Penyebabnya, terjadi longsoran di jalur antara Pos 3 menuju Pos 4. Beruntung tidak ada korban jiwa dari longsor yang terjadi Rabu (27/4) lalu itu. ‘’Lama penutupan masih belum bisa ditentukan,’’ kata Kepala Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Perhutani Lawu Ds Supriyanto, Jumat (29/4).
Hasil pantauan Perhutani, panjang longsoran di jalur pendakian mencapai 20 meter. Material longsoran didominasi bongkahan bebatuan. Sebelum terjadi longsor, hujan deras mengguyur sebagian wilayah Gunung Lawu sejak Selasa (26/4) sore. Di hari yang sama, Perhutani mencatat ada getaran yang diduga akibat gempa tektonik.
Supriyanto memastikan tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut. Pun, berdasar catatan petugas, tidak ada pendaki yang masih berada di jalur pendakian. Tiga pendaki terakhir dari Jakarta sudah berada di Pos Cemorosewu beberapa saat sebelum longsor terjadi. ‘’Ketiga pendaki sudah melapor di Pos Cemorosewu,’’ ungkapnya.
Pihak Perhutani belum dapat memastikan berapa lama jalur pendakian ditutup. Perhutani telah mengerahkan 20 petugas untuk membersihkan material longsor sejak kemarin (28/4). Namun, Supriyanto masih khawatir terjadi longsor susulan. ‘’Kemungkinan pembersihan memakan waktu dua hari,’’ pungkasnya. (tr1/c1/naz/her)
Editor : Hengky Ristanto