MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun - Tanda tanya mengemuka di benak wakil rakyat kala menginspeksi kerusakan talut Kali Gandong kemarin (10/5). Ketua Komisi D DPRD Magetan Wiling Suyono hanya bisa geleng-geleng kepala mendapati talut senilai Rp 26 miliar itu ambles. Padahal, talut Kali Gandong baru selesai dibangun akhir tahun lalu. ‘’Kami jelas kecewa,’’ ujarnya, Rabu (11/5).
Wiling menduga ada dua penyebab yang melatari amblesnya talut Kali Gandong. Pertama, perencanaan yang kurang matang. Kedua, kontraktor pelaksana megaproyek itu tidak konsekuen terhadap perjanjian kontrak. Diketahui, megaproyek Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo itu digarap PT Wijaya Karya.
‘’Juga ada beberapa kejanggalan yang kami temukan. Misalnya, kami sering mendapati retakan-retakan yang ditambal dengan sejenis lem,’’ beber politisi PDIP itu.
Komisi D berencana mengajak pemkab untuk mengunjungi kantor BBWS Bengawan Solo. Wiling juga berniat melaporkan insiden tersebut ke kementerian terkait. Guna memastikan siapa pihak yang mesti bertanggung jawab dalam memperbaiki talut Kali Gandong. ‘’Karena informasinya masa pemeliharaan oleh BBWS sudah lewat,’’ urainya.
Menurut Wiling, kerusakan talut Kali Gandong membuat warga sekitar merugi. Warga di sekitar Jalan Thamrin terus dihantui ketakutan bila terjadi longsor. Selain itu, akses Jalan Thamrin kembali ditutup. ‘’Warga sudah senang pemerintah membangun talut. Tapi, kenapa baru dibangun sebentar sudah rusak seperti ini,’’ protes Wiling. (mg1/c1/naz)
Editor : Hengky Ristanto