MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun - Pohon tumbang yang menimpa seorang pemotor di Jalan Wilis, Kelurahan Mangkujayan, Kecamatan Magetan, Sabtu (11/6) malam lalu bukan kali pertama terjadi.
Sepanjang tahun ini, sudah 71 pohon di Magetan bertumbangan akibat cuaca ekstrem. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan. ‘’Potensi cuaca ekstrem belum berakhir,’’ kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan Eka Wahyudi, Senin (13/6).
Eka menegaskan, semua wilayah di Magetan berpotensi dilanda angin puting beliung. Selain menumbangkan 71 pohon, angin kencang sepanjang tahun ini juga merusak 45 bangunan. ‘’Angin kencang biasanya ikut melanda setiap hujan lebat, sehingga harus diwaspadai,’’ ujarnya.
Selain angin puting beliung, Magetan tak luput dari bencana hidrometeorologi lain seperti banjir dan tanah longsor. Data BPBD setempat, setahun ini longsor sudah delapan kali terjadi. Sementara banjir melanda sebanyak empat kali. ‘’Selain merusak rumah warga, juga terdapat tiga jembatan yang rusak akibat bencana hidrometeorologi,’’ papar Eka.
Dia mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada. Sesuai prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas tinggi masih berpeluang terjadi. BPBD mengimbau warga yang tinggal di daerah rawan bencana untuk lebih waspada saat hujan deras. Jika dinilai membahayakan, warga disarankan mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman. ‘’Segera lapor BPBD bila terjadi bencana alam. Dampak bencana dapat ditekan apabila masyarakat senantiasa waspada,’’ tuturnya. (mg1/c1/naz)
Editor : Hengky Ristanto