Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Petani Bawang Merah Sidomukti Keluhkan Kenaikan Ongkos Tanam

Hengky Ristanto • Selasa, 26 Juli 2022 | 22:14 WIB
MAHAL DI ONGKOS: Petani bawang merah di Plaosan tengah merawat tanamannya. (KRISHNA IRFANY FOR JAWA POS RADAR MAGETAN)
MAHAL DI ONGKOS: Petani bawang merah di Plaosan tengah merawat tanamannya. (KRISHNA IRFANY FOR JAWA POS RADAR MAGETAN)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun - Petani bawang merah di Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan, diliputi kekhawatiran. Pasalnya, pada musim tanam kali ini ongkos tanam mereka naik berlipat. Di sisi lain, keuntungan yang akan didapat saat panen kelak tidak menentu. ‘’Bisa-bisa malah rugi,’’ kata Nur Kholis, petani bawang merah di Sidomukti, Selasa (26/7).


Kholis yang juga bendahara di Kelompok Tani Setyo Rejeki, Desa Sidomukti, mengatakan bahwa di musim tanam kali ini dia dan kawan-kawannya harus merogoh kocek lebih dalam. Harga benih, misalnya, bulan lalu masih di kisaran Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu per kilogram. ‘’Sekarang naik sampai Rp 100 ribu per kilogram,’’ bebernya.


Selain kenaikan harga benih, Kholis dkk juga kesulitan menebus pupuk. Harga pupuk ikut naik lipat dua. Belum termasuk biaya sewa tanah yang tentunya tak murah. ‘’Akhirnya banyak petani yang tidak berani menanam di bulan ini,’’ ujarnya.


Di tengah lonjakan ongkos tanam tersebut, petani juga cemas harga panen kelak merosot. Pekan ini saja sudah turun 50 persen. Pekan lalu, Kholis sanggup menjual hasil panennya Rp 105 juta per satu hektare. Modalnya kala itu Rp 30 juta. ‘’Beda satu minggu saja sudah turun. Sekarang ditawar tinggal Rp 60 juta per hektare,’’ ungkapnya.


Padahal, bawang merah produksi petani Sidomukti diklaim berkualitas unggul. Rasio benih dengan hasil panen di Sidomukti bisa mencapai satu banding 35. Artinya, dari satu kilogram benih, panen yang dihasilkan bisa mencapai 35 kilogram. ‘’Daerah lain satu banding 15,’’ sebut Kholis.


Sarbini, petani bawang merah lain di Sidomukti, hanya bisa pasrah. Rejeki nomplok bagi petani jika untung yang didapat berlipat andai harga bawang merah meroket. Sebaliknya, petani harus siap merugi jika harga komoditas tersebut anjlok seperti sekarang. ‘’Kalau saat tanam biayanya besar, belum tentu hasilnya sebanding,’’ tuturnya. (tr1/c1/naz)

Editor : Hengky Ristanto
#magetan #pertanian #bawang merah #Pemkab Magetan