MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Rencana Pemkab Magetan memiliki pasar terpadu tanaman hias, burung, dan ikan masih jauh panggang dari api. Tahun ini pemkab baru menyiapkan anggaran feasibility study (FS). ‘’Juga untuk penyiapan UKL-UPL (upaya pengelolaan lingkungan dan upaya pemantauan lingkungan),’’ kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sucipto, Selasa (13/9).
Sejatinya, pemkab sudah lama memiliki rencana untuk memberikan tempat yang layak bagi para pedagang tanaman hias, burung, dan ikan. Sebab, pedagang hanya mendapat tempat seadanya. Selama ini mereka berniaga di selatan Stadion Yosonegoro. ‘’Inginnya seluruh pedagang dijadikan satu,’’ ujarnya.
Calon lahan pasar terpadu ini sudah ditentukan. Sucipto menyebutkan, pihaknya menjatuhkan pilihan lahan di Dukuh Banjarmlati, Kelurahan Sukowinangun, Magetan kota. Total luas lahan sekitar satu hektare. ‘’Lokasinya strategis, berada di tepi jalan raya,’’ ungkapnya.
Menurut Sucipto, pembangunan pasar terpadu yang dapat mengakomodasi para pedagang tanaman hias, burung, dan ikan itu akan membuka pusat ekonomi baru. Kontes burung, misalnya, dapat digelar di pasar tersebut. ‘’Kalau persiapan lancar, pekerjaan konstruksinya kami upayakan di tahun depan,’’ pungkasnya. (mg1/c1/naz)
Editor : Hengky Ristanto