MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun - Dedi Satrio, 41, menemui ajal dalam perjalanannya mendaki Gunung Lawu kemarin (18/9). Pria asal Jebres, Surakarta, itu mengembuskan napas terakhir di pos 3 sekitar pukul 13.00. ‘’Awalnya sempat mengeluh kelelahan,’’ kata Budi Santoso, sukarelawan Anak Gunung Lawu (AGL) yang ikut mengevakuasi Dedi.
Budi menuturkan, Dedi dan rombongannya yang berjumlah 16 orang memulai pendakian pukul 05.00. Pihaknya mendapat laporan petugas di gerbang pendakian Cemoro Sewu bahwa Dedi kolaps sekitar pukul 09.30. ‘’Korban dikabarkan mengeluh kelelahan dan kedinginan, lalu meminta tidak melanjutkan pendakian,’’ ujar Budi, Senin (19/9).
Petugas gabungan yang terdiri dari pegiat alam, kepolisian, dan BPBD bersiap mengevakuasi Dedi. Proses pendakian memakan waktu tiga jam hingga sampai di pos 3. Sayangnya, mereka mendapati Dedi telah mengembuskan napas terakhir. ‘’Diduga mengalami serangan jantung,’’ ungkap Budi sembari menyebut bahwa jasad korban kemarin langsung dibawa ke Surakarta. (hyo/c1/naz)
Editor : Hengky Ristanto