Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Disperindag Magetan: Efek Inflasi Mulai Terasa

Hengky Ristanto • Rabu, 5 Oktober 2022 | 02:00 WIB
TERKEREK: Harga sejumlah komoditas sayur-mayur di pasar tradisional naik tipis. (ERWIN SUGANDA/JAWA POS RADAR MAGETAN)
TERKEREK: Harga sejumlah komoditas sayur-mayur di pasar tradisional naik tipis. (ERWIN SUGANDA/JAWA POS RADAR MAGETAN)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun - Fluktuasi harga bahan pokok masih terjadi imbas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Secara umum, pemkab menilai kondisi perniagaan di pasar tradisional masih kondusif. ‘’Harga bahan pokok ada yang naik tapi banyak juga yang turun,’’ kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Magetan Sucipto, Selasa (4/10).


Sucipto tunjuk contoh bawang merah. Semula per kilogram Rp 26 ribu. Per kemarin (3/10) naik menjadi Rp 30 ribu per kilogram. Komoditas lain yang mengalami kenaikan harga yakni cabai merah kerinting, dari Rp 45 ribu menjadi Rp 48 ribu per kilogram.


Di sisi lain, beberapa komoditas mengalami penurunan harga. Telur ayam ras yang semula Rp 25 ribu per kilogram kini turun menjadi Rp 21.500 per kilogram. Begitu pula minyak goreng kemasan. Dari Rp 20 ribu per liter kini tinggal Rp 18 ribu per liter. ‘’Dapat dikatakan efek inflasi sudah terasa, meski belum signifikan,’’ pungkasnya. (hyo/c1/naz)

Editor : Hengky Ristanto
#Inflasi #Dampak Kenaikan Harga BBM #Disperindag Magetan #harga bahan pokok #pedagang pasar #Pemkab Magetan