Hari Jadi ke-347 Magetan, Kang Woto Ajak Warga untuk Bangkit dari Pandemi

Hengky Ristanto • Dipublikasikan Rabu, 12 Oktober 2022 | 18:02 WIB
PUNCAK: Bupati Suprawoto menerima laporan penyelenggaran upacara Hari Jadi ke-347 Magetan dari Sekda Hergunadi, Rabu (12/10). (APRILITA SARI/RADAR MAGETAN)
PUNCAK: Bupati Suprawoto menerima laporan penyelenggaran upacara Hari Jadi ke-347 Magetan dari Sekda Hergunadi, Rabu (12/10). (APRILITA SARI/RADAR MAGETAN)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Hari ini (12/10) Magetan tepat berusia 347 tahun. Dengan mengusung tema Magetan Sehat, Ekonomi Meningkat, Bupati Suprawoto mengajak warganya untuk bangkit setelah dua tahun dihantam pandemi Covid-19.


‘’Mari kita bulatkan niat bersama guna mewujudkan masa depan Magetan yang lebih baik,’’ kata Kang Woto –sapaan akrab Suprawoto seusai upacara HUT ke-347 Magetan di alun-alun.


Dia berharap masyarakat dan sejumlah stakeholder mampu menggerakkan potensi ekonomi pascapandemi Covid-19. Selain itu, Kang Woto menekankan kepada seluruh pegawainya untuk meningkatkan kinerja serta kreatif dalam hal penyelenggaraan pemerintahan. ‘’Jadi, setiap warga harus bisa berkontribusi untuk meningkatkan pembangunan di Magetan. Dengan begitu, perekonomian daerah bisa bergerak,’’ ujar mantan Sekjen Kemenkominfo itu.


Dalam kesempatan tersebut, Kang Woto turut mengapresiasi peran 14 camat dan 114 kepala desa (kades) atau lurah yang telah berhasil memotivasi masyarakat dalam program Pajak Bumi Bangunan, Perdesaan dan Perkantoran (PBB-P2). ‘’PBB-P2 mampu ditanggani hingga tanggal 30 September 2022,’’ ungkapnya.




Photo
Photo
TARI-TARIAN: Penampilan para pelajar di Magetan dalam perayaan Hari Jadi ke-347 Magetan, Rabu (12/10). (APRILITA SARI/RADAR MAGETAN)

Aplause juga diberikan Kang Woto terhadap empat camat dan 113 kades atau lurah yang mampu mewujudukan realisasi target PBB-P2 sebelum 17 Agustus. Di antaranya di Kecamatan Poncol, Sidorejo, Panekan dan Parang.


Kang Woto tak menampik ada beberapa kendala yang dihadapi dalam merealisasikan program PBB-P2. Salah satunya karena pengembang KPR berada di luar Magetan, sehingga petugas sulit dalam melakukan proses penagihan SPT. ‘’Tapi, pemerintah berharap dari pajak ini dapat membantu mensukseskan pembangunan. Karena pajak adalah darahnya pembangunan,’’ terangnya.


Sementara, bertepatan dengan hari jadi ke-347, Magetan memperoleh penghargaan dari Gubernur Jatim atas penanganan konflik sosial. Penghargaan diberikan oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa kepada Wabup Nanik Endang Rusmiartini di Surabaya.


Pada acara Hari Jadi ke-347 Magetan di alun-alun dimeriahkan berbagai penampilan budaya. Seperti tari tradisional dari SMAN 1 Magetan, pencak silat dari SMAN 2 Magetan, senam balok oleh SMKN 1 Bendo dan drum band Gita Paksi Angkasa oleh  SMK Penerbangan Angkasa Lanud Iswahyudi Maospati. ‘’Kita tampilkan bakat-bakat terbaik siswa-siswi  di Magetan,’’ kata Kang Woto. (mg1/her/adv)

Editor : Hengky Ristanto
magetan HUT Magetan Bupati Magetan Suprawoto kang woto Pemkab Magetan