MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Siswa SD negeri dan swasta di Magetan perdana mengikuti asesmen nasional berbasis komputer (ANBK), kemarin (24/10). Pelaksanaan ANBK dibagi dalam sejumlah gelombang hingga 3 November. Guna memastikan kelancaran asesmen pengganti ujian nasional (UN) ini, pemkab telah bersurat dengan PLN dan Telkom.
‘’Hari pertama (kemarin) terselenggara lancar,’’ sebut Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Magetan Aviv Ika Prasetyowati.
Terperinci, total ada 402 SD yang mengikuti ANBK. Sebanyak 385 lembaga merupakan SD negeri, dan 17 sisanya SD swasta. Sebanyak 146 sekolah, baik negeri maupun swasta, menggelar ANBK secara mandiri. Sementara 256 sekolah menumpang. ‘’Untuk saat ini masih lebih banyak yang menumpang,’’ terang Ika.
Peserta ANBK ditunjuk secara acak. Namun, jumlah peserta jenjang SD sederajat dibatasi maksimal 30 anak. Soal yang diujikan mencakup asesmen kompetensi minimum (AKM) literasi dan numerasi.
Pemkab telah menyiapkan tim teknis berikut call center untuk seluruh sekolah peserta ANBK. Sehingga jika ada persoalan teknis, dapat dipecahkan dengan cepat. ‘’Peserta per gelombang juga dibatasi. Penerapan kuota ini merupakan salah satu cara menekan risiko jaringan internet terkendala,’’ jelas Ika. (mg1/naz)
Editor : Hengky Ristanto