Sebelumnya, Cemoro Sewu ditutup bagi pendaki sejak Senin (24/10) lalu. Buntut upaya pencarian terhadap seorang pendaki yang dikabarkan menghilang. Nihil hasil, pencarian Ali Rahmatullah, 48, warga Desa Rejowinangun, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, itu telah dihentikan.
Jalur pendakian di Desa Ngancar, Plaosan, itu ditutup selama sembilan hari terakhir. ''Pembukaan kembali jalur pendakian sudah dengan berbagai pertimbangan,'' ungkap Supriyanto.
Supriyanto mengklaim bahwa tim perhutani dan badan penanggulangan bencana (BPBD) setempat sudah melakukan survei lapangan. Hasil survei, lanjut dia, kondisi jalur pendakian sudah aman. ''Cuaca juga sudah normal. Kondisi angin, kabut, dan suhu, mendukung untuk pendakian,'' ujarnya.
Pembukaan Cemoro Sewu bukan tanpa batasan. Sejumlah ketentuan harus ditaati. Seperti, pendaki wajib menyertakan surat keterangan sehat kepada petugas. Pun, agar tidak melakukan pendakian pada malam hari. ''Sebaiknya tidak solo hiking. Sehingga, kalau ada kejadian yang tidak diinginkan bisa cepat dilaporkan,'' ungkapnya.
Supriyanto juga mewanti-wanti pendaki untuk membawa perlengkapan dan logistik yang memadai. Termasuk obat-obatan mengingat cuaca di gunung Lawu sulit diprediksi. "Jika kondisi badan kurang sehat sebaiknya tidak mendaki," tandasnya. (hyo/den) Editor : Hengky Ristanto