Esok harinya, Rabu (23/11) hingga Minggu (27/11), DTPHPKP menggelar pameran bonsai yang diikuti oleh puluhan pehobi. ‘’Jadi tidak hanya pameran bonsai, pengunjung Kebun Refugia juga bisa mencicip mangga santok karena dua acara itu digelar bersamaan,’’ ujar Kepala DTPHPKP Magetan Uswatul Chasanah.
Ana -sapaan akrab Uswatul Chasanah- menjelaskan, mangga santok merupakan varietas khas Magetan. Harapannya, wisatawan semakin familiar dengan mangga jenis tersebut. Menurut Ana, rasa manis mangga santok terasa khas lantaran ada sedikit campuran rasa asam yang menyegarkan.
Sayangnya, mangga santok selama ini kurang diminati. Padahal buah ini berpotensi jadi buah khas Magetan. Alasan itulah yang melatari pihaknya menggelar lomba cita rasa santok. ‘’Pohon mangga milik pemenang lomba nantinya akan digunakan sebagai pohon induk untuk dibudidayakan lagi,’’ jelas Ana.
Selain mengenalkan mangga santok kepada wisatawan, DTPHPKP juga memfasilitasi para pehobi bonsai untuk memamerkan koleksi mereka di Kebun Refugia. Ana mengapresiasi para pehobi yang kini tak lagi merusak alam. ‘’Penggemar bonsai sekarang membudidayakan tanaman bonsai sejak awal,’’ paparnya. (mg1/ebo/adv) Editor : Hengky Ristanto