‘’Secara keseluruhan, pendaftar paling banyak lulusan S1,’’ kata Komisioner Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia (Sosdiklihparmas-SDM) KPU Magetan Nur Salam, Rabu (30/11).
Rekrutmen PPK dimulai Minggu (20/11) lalu dan berakhir kemarin. Selama itu, terjaring 926 pendaftar. Nur menilai, minat masyarakat terhadap pendaftaran PPK secara online lewat sistem informasi anggota KPU dan badan ad hoc (Siakba) itu tergolong tinggi.
‘’Total kebutuhan PPK 90, per kecamatan lima. Kalau dihitung-hitung, 10 kali lipat dari kebutuhan,’’ ungkapnya.
Merujuk data KPU, posisi PPK di kabupaten ini dipandang prestisius. Sebab, mayoritas pendaftar merupakan lulusan perguruan tinggi. Nur memerinci, terdapat 487 pendaftar bergelar S1, diploma (105), S2 (15), dan satu pendaftar bertitel doktor alias lulusan S3.
Sementara pendaftar lulusan SMA sederajat, sebanyak 246 orang. Selain itu, masih ada 72 pendaftar belum mengisi biodata. ‘’Dari segi usia, pendafar didominasi generasi milenial,’’ ujar Nur.
Nur menuturkan, antusiasme rekrutmen PPK tak lepas dari faktor kenaikan honor. Ketua PPK misalnya. Jabatan itu mendapat honor Rp 2,5 juta per bulan. Sementara anggota Rp 2,2 juta per bulan. ‘’Masa kerja PPK mulai 4 Januari 2023 sampai 4 April 2024,’’ ungkap Nur.
Sekadar diketahui, Kecamatan Magetan menjadi wilayah dengan antusias tertinggi dibanding 17 kecamatan lain di kabupaten ini. Yakni, 90 pendaftar.
Di urutan kedua ada Kecamatan Kawedanan (66) kemudian disusul Kecamatan Ngariboyo (62). ‘’Nanti akan diambil 15 besar per kecamatan untuk selanjutnya diwawancarai,’’ pungkasnya. (hyo/den) Editor : Hengky Ristanto