Sebagai lembaga yang mewadahi pengembangan skill dan kompetensi siswa, SMK PSM 2 Takeran terus berkomitmen melengkapi sarana dan prasarana penunjang praktikum siswa. Selain itu, juga ada beberapa jurusan unggulan untuk para peserta didik.
Terdapat lima konsentrasi keahlian. Di antaranya Teknik Pemesinan, Teknik Pengelasan, Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Sepeda Motor, hingga Teknik Ototronik. ‘’Tak mudah menyandang status SMK PK. Banyak syarat yang harus dipenuhi,’’ ujar Kepala SMK PSM 2 Takeran Katam Aries Munandar, kemarin (13/12).
Sejumlah syarat yang dimaksud di antaranya kemitraan atau kerja sama dengan dunia kerja. Ini penting untuk menyelaraskan kurikulum dan praktik kerja lapangan di sekolah.
Guna mendukung hal itu, SMK PSM 2 Takeran mengadakan sarasehan bersama mitra dunia kerja di halaman sekolah. Mulai dari PT Swabina Gatra (Semen Gresik Group), PT INKA (Persero), PT Inka Multi Solusi (IMS) dan PT Reka Indo Global Jaya turut hadir dalam acara tersebut.
‘’SMK di Indonesia ada 14.199 dan yang mendapat SMK PK sekitar 1.400-an lembaga, salah satunya SMK PSM 2 Takeran,’’ terangnya.
Setelah terpilih sebagai SMK PK, tahun ini SMK PSM 2 Takeran menerapkan Kurikulum Merdeka, link and match dengan industri, penguatan kelembagaan dan penguatan karakter. ‘’Jadi SMK PSM 2 Takeran bisa disebut sebagai miniaturnya dunia industri,’’ terangnya.
Kepala Cabdindik Wilayah Ponorogo dan Magetan Lena mengapresiasi capaian SMK PSM 2 Takeran. Dengan menyandang status SMK PK, secara otomatis mampu mengubah budaya kerja dan peningkatan mutu pendidikan menjadi lebih baik. ‘’Saat ini yang dibutuhkan SDM unggul, berkompeten serta berkepribadian Pancasila,’’ tuturnya. (ebo/naz/adv) Editor : Hengky Ristanto