Didik menerangkan, aspek edukasi berupa pemberian wawasan terkait tanaman. Pihaknya menanam lebih dari 100 jenis tanaman herbal, palawija, buah-buahan, dan sayuran. Anak-anak yang bermain di taman tersebut akan dikenalkan dengan nama dan manfaatnya. ‘’Kami mengedukasi anak-anak tentang tanaman pangan, seperti kacang, kedelai, dan aneka sayuran,’’ ujarnya.
Anak-anak juga diajarkan tentang ketertiban berlalu lintas. Pengelola Soheden memasang berbagai rambu lalu lintas di taman. Selain itu menyediakan fasilitas taman baca dan outbond. ‘’Jadi banyak hal yang bisa dilakukan. Selain bermain, juga dapat ilmu,’’ ucapnya.
Menurut Didik, cuaca panas belakangan ini menjadi faktor utama masyarakat ramai-ramai ke Soheden. Mereka menghilangkan gerah dengan bermain di kolam renang. Wahana itu menjadi primadona dengan kunjungan 400 orang per hari. ‘’Kami berharap masyarakat pulang rumah bukan hanya senang, tapi juga membawa ilmu pengetahuan,’’ tuturnya. (hyo/cor) Editor : Hengky Ristanto