Tanpa menyebut waktu pasti, Muchlis, sapaan Saif Muchlissun, mengungkapkan bahwa TPA Milangasri sudah overload sejak beberapa tahun lalu. Pemkab menindaklanjuti kondisi itu dengan sejumlah kebijakan.
Salah satunya, rencana pembangunan TPA baru. Lokasi yang dipilih berada di Desa Botok, Magetan. ‘’Saat ini, sudah tersedia lahan seluas 4,9 hektare,’’ ungkap Muchlis, sapaan Saif Muchlissun.
Lahan yang diklaim jauh dari permukiman masyarakat itu masih kurang luas. Dalam usulan, DLH butuh 10 hektare. Dengan kata lain, ketersediaan lahan tak sampai separo dari kebutuhan ideal. ‘’Soal itu (luasan lahan), saat ini masih proses pengajuan,’’ ujar Muchlis.
Pemkab tidak ingin salah langkah. Sisik-melik terkait pengelolaan sampah direncanakan matang-matang. Termasuk soal pengolahannya kelak. ‘’Ada kerja sama dengan PT. Bio Cycle nanti. Rencana penandatangan MoU-nya akhir bulan ini,’’ beber Muchlis.
Sekadar diketahui, tidak semua jenis sampah di kabupaten ini bisa masuk TPA Milangasri saat ini. Muchlis menuturkan, pengelolaan sampah berbasis masyarakat diterapkan. Agar, pengelolaan sampah bisa selesai di tingkat desa atau kelurahan. ‘’Untuk mengurangi jumlah sampah yang masuk TPA, instruksi bupati itu,’’ pungkasnya. (mg1/den) Editor : Hengky Ristanto