Tak cuma 4.184 penduduk Magetan yang mendulang rezeki dari bambu. Ribuan perajin itu juga butuh tenaga produksi. Disperindag menghitung, total terdapat 38.501 pekerja yang ikut mencari nafkah.
Ribuan perajin bamboo tersebar di berbagai daerah.Yang mendominasi enam kecamatan.Yakni, Kecamatan Panekan, Sidorejo, Ngariboyo, Poncol, Plaosan, dan Karas. Kerajinan bambu yang dihasilkan juga beragam. Mulai besek, capil, sampai yang lain. Tiap daerah punya kecenderungan masing-masing terkait jenis kerajinan. Seperti Kecamatan Panekan yang condong ke anyaman jenis gedek.‘’Anyaman kepang Cuma ada di Karas,’’ ujar Darmaji.
Catatan disperindag tentang industri kecil dan menengah berbahan dasar bambu berpredikat lawas. Darmaji menyampaikan, ribuan perajin itu didata pada 2016. Artinya, sudah tujuh tahun yang lalu. Soal data yang sudah tujuh tahun silam itu, Darmaji menyebut pandemic sebagai biang. ‘’Setelah perekonomian mulai membaik, kemungkinan akan didata lagi,’’ ujarnya.
Darmaji mengklaim bahwa pihaknya terus melakukan pendampingan. Dia mengatakan, tidak ada ada keluhan atau kendala perihal bahan baku dari kalangan perajin tahun ini. ‘’Bahan dasarnya bambu apus, tersedia di Plaosan dan Panekan,’’ pungkas Darmaji sembari menyebut bahwa kerajinan bambu memilik pasarsendiri yang menjanjikan. (mg1/den) Editor : Hengky Ristanto