Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Jatah Tahun Ini Lebih Rendah Ketimbang 2022, Pemkab Usul Tambahan 3.288 MT Elpiji Melon

Budhi Prasetya • Minggu, 30 Juli 2023 | 15:30 WIB

KLAIM STOK AMAN: Disperindag dan pihak terkait menyidak beberapa agen elpiji melon di Magetan. (APRILITA SARI/JAWA POS RADAR MAGETAN)
KLAIM STOK AMAN: Disperindag dan pihak terkait menyidak beberapa agen elpiji melon di Magetan. (APRILITA SARI/JAWA POS RADAR MAGETAN)
 

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Solusi pelik masalah elpiji tiga kilogram atau elpiji melon di Magetan coba dicari.  Pemkab berencana meminta tambahan jatah bahan bakar bersubsidi tersebut.

‘’Kami akan usulkan kuota tambahan fakultatif sebanyak 3.288 MT (Metrik Ton), saat ini menunggu penandatanganan bupati,’’ kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Magetan Sucipto kemarin (29/7).

Usulan tambahan itu direncakan bukan tanpa sebab. Sucipto menyampaikan, kuota elpiji melon untuk Magetan tahun ini sebanyak 19.017 MT. Jumlah itu lebih rendah ketimbang realisasi 2022 yang mencapai 20.227 MT.

‘’Usulan ini untuk antisipasi kelangkaan,’’ ungkap Sucipto.

Diketahui, sejumlah masyarakat di Magetan mengeluh kesulitan mendapatkan elpiji melon. Toko-toko pengecer kompak memasang pemberitahuan gas habis. Penerapan peraturan baru disebut-sebut sebagai biang. Yang mana, masyarakat dianjurkan membeli ke pangkalan.

Serta, jatah bagi pengecer dibatasi menjadi 20 persen dari kapasitas suatu agen. Pemkab bersama sejumlah instansi terkait sempat mengecek sejumlah agen dan pangkalan. Hasilnya, stok aman. Di lain sisi, per Kamis (27/7) Pertamina memberi tambahan 10.640 tabung elpiji tiga kilogram untuk kabupaten ini. (ril/den)

Editor : Budhi Prasetya
#stok elpiji 3 kg #Disperindag Magetan #kelangkaan elpiji #magetan #elpiji melon