MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun - Tim evaluasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) turun gunung ke Magetan kemarin (24/8). Validasi hasil monitoring-evaluasi (monev) Mal Pelayanan Publik (MPP) Magetan jadi tujuan utama mereka.
‘’Kedatangan tim monev dari Kemenpan-RB karena Magetan menjadi salah satu pilot project MPP digital di 21 kabupaten/kota se-Indonesia,’’ kata Bupati Magetan Suprawoto.
Kang Woto, sapaan bupati, menyampaikan bahwa ada beberapa masukan. Yang mana, masukan tersebut bertujuan agar pelayanan menjadi lebih baik. ‘’Kekurangan yang ada akan kami sempurnakan,’’ ungkap kang Woto.
Analis Kebijakan Pertama Deputi Pelayanan Publik Kemenpan RB Retno Dwi Cahyanigsih mengamini tujuan validasi. Pihaknya ingin melihat secara langsung pelayanan MPP Magetan.
‘’Secara umum MPP Magetan sudah bagus, namun ada beberapa indikator yang memang harus dimaksimalkan lagi,’’ ujar Retno.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Magetan Sunarti Condrowati mengatakan, MPP Magetan berjalan cukup bagus. Itu merujuk adanya 277 layanan, 37 loket, dan 29 instansi/OPD. ‘’Ke depan gedung MPP Magetan ini diharapkan tidak hanya pelayanan publik tapi juga menjadi pusat aktivitas publik,’’ ujarnya. (ebo/den/*)
Editor : Mizan Ahsani