MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kabupaten ini mendapat ribuan formasi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) 2023. Bupati Magetan Suprawoto melirik jatah formasi guru. Sebab, lebih banyak ketimbang yang diusulkan.
‘’Misal bisa mengangkat pendaftar yang bukan honorer, itu justru lebih bagus,’’ kata Kang Woto, sapaan bupati, kemarin (25/8).
Kang Woto menyampaikan, pemkab kali pertama mengusulkan 1.090 formasi guru. Namun, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) menyetujui 1.232 formasi. Dengan kata lain, meningkat 142 formasi.
‘’Formasi guru, lebih banyak dari pengajuan pertama,’’ ungkapnya.
Bupati berharap surplus formasi PPPK guru itu berdampak positif bagi Magetan. Salah satunya, memangkas kekurangan tenaga pendidik.
Pun, mampu menjadi ruang bagi pengajar baru di kabupaten ini. Alias, tidak cuma guru honorer yang bisa ikut atau mendapat prioritas dalam seleksi.
‘’Juga pendidik baru yang masih muda-muda dan kualitasnya bagus. Di luar negeri, guru TK itu doktor,’’ ujar Kang Woto.
Diketahui, awal Juni lalu pemkab mengusulan 1.480 formasi total. Perinciannya, 1.090 guru, 252 nakes, dan 138 teknis. Pusat meminta pemkab mengubah usulan dengan mengoptimalkan formasi guru.
Usulan kedua dikirim. Yakni, 1.232 guru, 252 nakes, dan 138 teknis, dengan jumlah total 1.622 formasi. Akhirnya, Kemenpan-RB menyetujui 1.232 guru, 251 nakes, dan 119 teknis. Totalnya 1.602 formasi. (ril/den)
Editor : Budhi Prasetya