MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Jalan Barat diwacanakan berganti nama. Perubahan itu sempat disampaikan Bupati Magetan Suprawoto pada Rabu (30/8) lalu. Hanya saja, pergantian nama jalan di Maospati tersebut masih sebatas usulan. Belum sampai diajukan ke DPRD Magetan untuk dibahas.
Kang Woto –sapaan akrab Suprawoto– mengaku, rencana perubahan nama Jalan Barat masih akan dibahas lebih lanjut. Karena pergantian nama jalan itu juga berdampak pada data administrasi kependudukan (adminduk) warga setempat.
‘’Selama ini Jalan Barat tidak ada namanya. Hanya, nama Jalan Barat itu saja,’’ katanya kemarin (3/9).
Ada opsi Jalan Barat tersebut akan dinamai menjadi Jalan Raya Kampus Unesa. Karena di seputaran jalan itu terdapat bangunan Unesa cabang Magetan yang sedianya akan mulai beroperasi tahun depan.
Meski begitu, Kang Woto belum bisa memastikan perubahan nama tersebut apakah bisa terealisasi tahun ini atau tidak.
Yang jelas, kata dia, perubahan nama Jalan Barat itu bakal didiskusikan dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), kelurahan dan Kecamatan Maospati. Pihaknya juga berencana menampung pendapat dari warga terkait usulannya tersebut.
‘’Nanti akan didiskusikan,’’ ujarnya.
Selain Jalan Barat, pihaknya juga berencana mengusulkan jalan dari pertigaan Karangrejo ke timur menjadi Jalan Prof Dr Sardjito. Nama tersebut diambil dari rektor pertama Universitas Gajah Mada (UGM).
‘’Namanya (Dr Sardjito) sudah diabadikan di Jogja menjadi nama rumah sakit. Beliau itu asli Purwodadi, Maospati,’’ ungkap Kang Woto.
Dia berharap usulannya dapat diterima. Sekalipun usulan tersebut bakal dirapatkan kembali. ‘’Karena ini menyangkut identitas. Prosesnya nanti melalui peraturan bupati (perbup) yang harus dirapatkan lagi,’’ jelasnya. (ril/her)
Editor : Budhi Prasetya