MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Magetan kembali menggelar napak tilas Ngunut, Parang, Magetan, alias Ngupatan kemarin (9/10).
Ribuan peserta antusias mengikuti napak tilas ngupatan menyambut hari jadi Magetan.
Diketahui, bulan ini Magetan akan berulang tahun yang ke-348. ‘’Masa perjuangan di Ngunut tidak boleh terlupakan,’’ kata Pj Bupati Magetan Hergunadi.
Hergunadi menyampaikan, napak tilas Ngupatan bertujuan mengenang jejak sejarah. Yakni, tentang pemindahan pusat pemerintahan Magetan di masa perjuangan melawan penjajah.
Tepatnya, saat agresi militer Belanda pada 1948 lalu. Napak tilas bertujuan mengedukasi masyarakat bahwa Ngunut merupakan bagian penting dalam sejarah pemerintahan Magetan.
‘’Dulu, pemerintahan tetap berjalan dalam kondisi sangat terdesak. Itu harus menjadi pelajaran bagi kita maupun generasi muda,’’ ujar Hergunadi.
Ribuan tetap semangat mengikuti kegiatan. Cuaca terik tak jadi masalah untuk menempuh jarak sekitar 18 kilometer.
Mulai dari depan rumah Mbah Setu di Desa Ngunut dan finis di depan Koramil Parang untuk etape pertama.
Kemudian, dilanjut etape kedua dari Koramil Parang menuju Desa Tamanarum, Krajan, Joketro, Banyudono, Ngariboyo, dan Balegondo.
Lalu, melewati Jalan Samudra, Wilis, Jaksa Agung Suprapto, Basuki Rahmat Timur, Basuki Rahmat Selatan, dan selesai di depan Pendapa Surya Graha.
‘’Peserta yang juara mendapatkan uang pembinaan dan piagam penghargaan. Ada door prize juga bagi yang beruntung,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Olahraga (Dikpora) Magetan Suwata.
Suwata mengungkapkan, napak tilas Ngupatan juga untuk mengenang jasa para pahlawan puluhan tahun silam. ‘’Diharapkan kegiatan peringatan Hari Jadi Magetan ini juga mampu meningkatkan semangat pembangunan,’’ ujarnya. (ril/den/*)
Editor : Mizan AhsaniSumber : Radar Madiun