MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Ratusan warga meradang. Kericuhan tak terhindar. Mereka yang tak puas dengan hasil pemilu berunjuk rasa. Bahkan, satu pasangan calon hendak diculik.
Kantor komisi pemilihan umum (KPU) dan badan pengawas pemilu (bawaslu) di Magetan bakal dibakar.
Para petugas berupaya meredam amarah massa. Beberapa warga nekat menerobos barisan petugas pengamanan.
Suasana kian gaduh bersamaan munculnya sejumlah titik kepulan asap flare di lokasi kejadian. Mobil pemadam kebakaran dikerahkan. Warga disemprot air.
Suasana itu bukan kejadian sebenarnya. Melainkan, simulasi sistem pengamanan kota (sispamkota). Antisipasi kericuhan pada Pemilu 2024.
Baca Juga: Warga Desa Bajulan Bersholawat Bersama Mbah Jambrong Diiringi Hadrah Modern Laskar Joko Pekik
Sebanyak 772 personel gabungan TNI-Polri dan linmas diturunkan mengisi skenario yang digelar di halaman GOR Ki Mageti kemarin (13/10) itu.
"Ini dapat mengukur kesiapan petugas dalam mengamankan pemilu tahun depan. Antisipasi bila ada chaos di masyarakat," kata Pj Bupati Magetan Hergunadi.
Kapolres Magetan AKBP Muhammad Ridwan menambahkan, kabupaten ini tak masuk zona rawan merujuk evaluasi Pemilu 2019.
Namun, antisipasi tetap diperlukan. TNI-Polri maupun masyarakat siap mengamankan Pemilu 2024.
"Akan ada pengecekan menyeluruh sebelum terjun lapangan, sarana dan prasarana diharapkan dalam kondisi prima," kata kapolres. (ril/den)
Editor : Mizan Ahsani