MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Gunung Lawu di RPH Sarangan menyedot perhatian warga. Tak terkecuali wisatawan Telaga Sarangan saat malam.
"Suasana jadi berbeda dari sebelum-sebelumnya,’’ kata Riski Maulana Putra, seorang pengunjung wisata Telaga Sarangan, kemarin (18/10).
Sejumlah pengunjung dan tamu hotel berkerumun di bibir Telaga Sarangan. Mereka ingin menyaksikan langsung kobaran api.
"Biasanya kalau malam yang dilihat pantulan lampu-lampu di air telaga,’’ ungkap Riski.
Karhutla bak menjadi daya tarik tersendiri. Para pengunjung mengabadikan momen itu dengan gadget masing-masing.
Kendati demikian, mereka juga berharap kebakaran di kawasan Gunung Lawu itu cepat padam.
"Takut kalau kebakaran merembet ke permukiman, titik api cukup lebar,’’ ujar Riski.
"Saya lihat api masih jauh, tapi sepertinya terus bergerak turun,’’ ungkap Budianto, wisatawan asal Jakarta..
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Magetan Joko Trihono mengungkapkan, pihaknya sudah membuat himbauan terkait karhutla.
Sejak Minggu (1/10) lalu, para pelaku usaha wisata diminta antisipasi potensi dampak dari karhutla di kawasan Gunung Lawu.
"Saran antisipasi karhutla di destinasi wisata itu telah kami sampaikan jauh-jauh hari,’’ kata Joko. (ril/den)
Editor : Budhi Prasetya