MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Warga tumplek blek di lapangan Desa Candirejo, Magetan kemarin (29/10) kemarin.
Itu seiring giat andum berkah jenang candi. Ada yang mengantre, rebutan, sampai mengambil langsung dari wajan, dengan penuh kegembiraan.
"Andum berkah jenang candi ini untuk melestarikan budaya,’’ kata Kepala Desa Candirejo, Magetan, Agus Setiono.
Jenang yang dibagikan berupa gunungan. Dikirab bersama iringan berbagai kesenian dari Dusun Jejeruk hingga lapangan Candirejo. Jaraknya sekitar tiga kilometer.
"Total ada 1,5 kuintal jenang dikemas menjadi empat ribu bungkus yang dibagikan, ditambah 25 kilogram yang dibuat langsung di lokasi,’’ ujar Agus..
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Magetan Joko Trihono mengatakan, jenang candi sudah menjadi makanan khas Magetan.
Kuliner yang tersedia dalam hajat masyarakat. Khususnya pernikahan yang digelar dengan adat Jawa.
"Jenang candi termasuk budaya kuliner dari Magetan,’’ ungkap Joko.
Joko menyampaikan, tradisi seperti itu tak boleh terkikis zaman. Perlu pelestarian masif bagi generasi muda.
"Dalam pembuatan jenang, ada marwah gotong royong masyarakat,’’ pungkasnya. (ril/den)
Editor : Budhi Prasetya