MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kobaran api disertai kepulan asap hitam yang membumbung tinggi ke udara membuat gempar warga di sekitar Pasar Dremo di Desa Belotan, Bendo, Magetan.
Kebakaran di komplek pasar Dremao pada Selasa dini hari (26/12) kemarin diduga berasal dari kios angkringan milik Darsono.
Warga yang mengetahui peristiwa kebakaran itu sempat berusaha memadamkan api dengan alat seadanya.
Hanya saja, upaya pemadaman itu tak membuahkan hasil. Pasalnya nyala si jago merah saat itu sudah terlalu besar, bahkan merembet ke dua bangunan kios di sebelahnya.
Warga yang kewalahan lantas menghubungi petugas pemadam kebakaran (damkar) agar api tak semakin merembet ke mana-mana.
Butuh waktu sekitar satu jam lamanya bagi petugas blangwir (pemadam kebakaran, Red) untuk memadamkan api. Meski tiga armada dikerahkan ke lokasi kebakaran.
Berdasarkan hasil olah TKP sementara, kebakaran diduga disebabkan karena kelalaian Darsono yang lupa memastikan bahwa kompornya benar-benar padam setelah selesai berjualan.
"Saat kejadian tersebut, kios dalam kondisi tertutup,’’ kata Kapolsek Bendo AKP Suharijono.
Akibat musibah kebakaran itu, pemilik kios mengalami kerugian hingga puluhan juta. Sebab, seluruh perabotan dan barang-barang di dalam tiga kios hangus terbakar.
"Kios milik Darsono ludes terbakar. Sementara dua kios lain yang ada di sebelahnya hanya bagian atapnya yang terbakar,’’ ungkap Suharijono. (ril/her)
Editor : Budhi Prasetya