MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Gelombang wisatawan ke Magetan selama libur Natal dan tahun baru (Nataru) tak hanya memberikan dampak positif bagi bidang pariwisata.
Pelaku usaha industri kerajinan di Magetan pun turut merasakan berkah libur Nataru beberapa waktu lalu.
Salah satunya para perajin di sentra kerajinan kulit Jalan Sawo, Kelurahan Selosari, Magetan. Mereka menangguk untung selama momen libur nataru.
"Kalau dibandingkan libur Nataru sebelumnya, kenaikan omzetnya mencapai dua kali lipat,’’ kata Eko Patrianto, ketua Sentra Kerajinan Kulit di Jalan Sawo, Selasa (2/1).
Eko yang juga perajin dan membuka toko mengatakan bahwa sandal kulitnya laku 20 pasang per hari. Dalam sepekan, bisa laku sekitar 140 pasang.
"Itu hasil dari penjualan secara offline di toko,’’ bebernya.
Di libur Nataru 2023, Eko mampu meraup Rp 40 juta. Sementara di Nataru 2024 ini, dia sukses mendulang Rp 80 juta.
"Yang paling laris sandal kulit. Kualitas produk dari Magetan mampu bersaing. Tidak diragukan oleh konsumen,’’ sebut Eko.
Mewakili para perajin lain di Jalan Sawo, Eko mengungkapkan bahwa pihaknya kini terkendala pengembangan pemasaran.
Pasalnya, penjualan secara offline hanya laris di saat momen libur panjang seperti Nataru.
Sementara bila serius mengembangkan pemasaran online, pesanan bisa datang sampai 40 persen.
Para perajin perlu mendapat edukasi dalam memacu perjualan di marketplace hingga promosi memanfaatkan media sosial (medsos).
"Dulu perajin menunggu pembeli. Sekarang zamannya digital perajin harus aktif memperkenalkan produk di medsos,’’ tuturnya. (ril/naz)
Tentang Kerajinan Kulit
- Omzet libur Nataru 2024 naik dua kali lipat dari Nataru 2023
- Didominasi penjualan offline di sentra kerajinan (Jalan Sawo)
- Pemanfaatan marketplace untuk penjualan dan medsos untuk promosi perlu dipacu