MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Tahun ini Pemkab Magetan dihadapkan pada pekerjaan rumah (PR) yang butuh solusi jitu.
Yakni, mengentaskan pengangguran di Magetan yang jumlahnya belasan ribu. Tahun lalu, jumlah pengangguran mencapai 17.906 dari total angkatan kerja sebanyak 430.736 jiwa.
"Meski begitu tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun,’’ kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Magetan Arief Ridwan, Kamis (4/1) kemarin.
TPT Magetan tahun lalu, kata Arief, berada di angka 4,16 persen. Terperinci, ada 548.863 penduduk usia kerja yang terdata.
Menurut data yang ada, dari 430.736 angkatan kerja, sebanyak 412.830 orang bekerja dan 17.906 orang menganggur.
Sementara pada tahun 2022, TPT-nya mencapai 4,33 persen. Rinciannya 525.960 penduduk usia kerja di tahun itu.
Dari 389.348 angkatan kerja, 372.496 orang bekerja dan 16.852 orang menganggur.
"TPT 2023 turun 0,17 persen dari 2022,’’ ujar Arief.
"Jumlah pengangguran naik itu karena jumlah angkatan kerjanya naik,’’ sambungnya.
Guna menekan TPT, disnaker bakal mengadakan sejumlah pelatihan kerja untuk berbagai keahlian.
Selain itu, menggandeng perusahaan dalam menyediakan lapangan kerja. Upaya ini diharapkan Arief dapat menurunkan TPT.
"Kami optimistis dapat menurunkan angka TPT. Namun upaya ini juga perlu didukung oleh berbagai stakeholder,’’ pungkasnya. (ril/naz)
Tenaga Kerja dalam Angka
2022
- 960 penduduk usia kerja
- 348 angkatan kerja
- 496 orang bekerja
- 852 orang menganggur
- 4,33 persen tingkat pengangguran terbuka (TPT)
2023
- 863 penduduk usia kerja
- 736 angkatan kerja
- 830 orang bekerja
- 906 orang menganggur
- 4,16 persen tingkat pengangguran terbuka (TPT)
(Sumber: Disnaker Magetan)
Editor : Budhi Prasetya