MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Musim hujan telah tiba. Intensitas hujan mulai Kamis (4/1) kemarin hingga Rabu (10/1) mendatang diprediksi mengalami peningkatan.
"Saat ini, Magetan mulai masuk puncak musim penghujan,’’ kata Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Sawahan, Nganjuk Sumber Harto.
Bencana hidrometeorologi pun berpotensi melanda Magetan seiring dimulainya musim penghujan.
Potensi bencana hidrometeorologi yang dimaksud adalah tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, hingga banjir.
Karena itu, masyarakat diminta untuk waspada. Terutama mereka yang tinggal di lereng pegunungan.
"Bencana tersebut mungkin saja terjadi saat puncak musim penghujan, terlebih Magetan berada di pegunungan,’’ ujarnya.
Berdasarkan catatan yang dihimpun pihaknya selama periode 2023, Magetan disambar petir hingga 127.805 kali. Dengan kerapatan sambaran 1–500 per kilometer persegi.
Meski aktivitasnya tidak separah di Kabupaten Madiun dan Nganjuk, namun Harto meminta masyarakat untuk tetap waspada.
"Kami mengimbau masyarakat untuk mewaspadai perubahan cuaca eksktrem,’’ ucapnya.
Menurut data yang dirilis BMKG, kondisi dinamika atmosfer menjadi pemicu potensi cuaca ekstrem tersebut.
Karena musim angin baratan mulai menunjukkan dampaknya terhadap potensi peningkatan massa udara basah saat ini.
Sehingga, terjadinya angin kencang dan tanah longsor perlu dimitigasi.
"Masyarakat harus berhati-hati dan rutin lakukan pemantauan perkiraan cuaca,’’ tutur Harto. (ril/her)
WILAYAH RAWAN TANAH LONGSOR
Poncol
Plaosan
Parang
Panekan.
WILAYAH RAWAN PUTING BELIUNG
Takeran
Nguntoronadi
Bendo
Maospati
Kartoharjo
WILAYAH RAWAN BANJIR
Kartoharjo
Editor : Budhi Prasetya