MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memperingatkan ancaman bencana hidrometeorologi rawan terjadi lantaran Magetan dilanda cuaca ekstrem di awal 2024.
Peringatan itu terbukti saat hujan lebat Kamis (4/1) sore. Longsor menghantam dinding rumah Jumali, warga Sambirobyong, Sidorejo, Magetan.
"Sekitar pukul 16.00 hujan deras. Saat itu saya di dapur, kemudian terdengar suara gemuruh longsor dari utara rumah,’’ kata Jumali, kemarin (5/1).
Penasaran, Jumali berusaha menengok keluar rumah. Betapa kagetnya dia mendapati tebing di sebelah utara longsor dan menimpa dinding rumahnya.
Tak hanya itu, material longsor juga merusak saluran irigasi yang mengakibatkan air meluap hingga ke dalam rumah.
Dinding rumah Jumali jebol seluas 18 meter persegi. Barang berharga langsung diungsikan. Dia khawatir terjadi longsor susulan.
"Seisi rumah akhirnya dipenuhi material tanah lumpur bercampur batu. Air merendam lantai sampai setinggi satu meter di seluruh bagian rumah,’’ ungkap Jumali.
Diperkirakan kerugian materiil akibat musibah ini sekitar Rp 25 juta. Akibat bencana tersebut Jumali dan keluarga harus mengungsi ke rumah saudara.
Entah sampai kapan lantaran rumah itu belum bisa ditempati.
Kemarin, Jumali dibantu warga dan aparat kerja bakti membersihkan rumah. Kades Sambirobyong Sukarna memastikan bencana yang menimpa Jumali terdata.
Selanjutnya, data dikirim ke dinas terkait agar Jumali mendapat bantuan.
"Pemilik rumah dan keluarga belum berani tinggal di rumahnya. Ditakutkan terjadi longsor susulan,’’ sebut kades. (ril/naz)
Petaka Tanah Longsor Kamis Sore
- Sekitar 16.00, longsor terjadi saat hujan lebat mengguyur Sambirobyong, Sidorejo
- Tak hanya menimpa rumah Jumali, longsor juga merusak saluran irigasi
- Dinding rumah Jumali jebol seluas 18 meter persegi
- Lumpur, batu, dan air masuk ke rumah hingga setinggi satu meter