MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Sejumlah petani tomat di Magetan kini sedang bungah.
Pasalnya harga tomat di tingkat petani naik ugal-ugalan. Biasanya hanya dihargai seribu perak hingga Rp 2 ribu. Kini tembus Rp 15 ribu per kilogram.
"Alhamdulillah, dengan kenaikan harga ini kami semakin senang dan semangat,’’ kata Vemas Dwi Ariyanto, 18, petani tomat asal Bulugunung, Plaosan, Magetan, Jumat (5/1) kemarin.
Vemas mengklaim, kenaikan harga tomat ini sepadan dengan kualitas hasil panen tomat para petani setempat.
Pasalnya, minim terserang hama penyakit. Meski, ada yang busuk lantaran terpapar hujan.
Hingga saat ini petani muda itu mengaku sudah lima kali panen dari seribu lebih batang tanaman tomat di lahannya.
"Penyebab harga tomat saat ini tinggi karena tidak banyak petani yang berhasil memanen tomat. Banyak yang gagal panen,’’ ungkapnya.
Suparmi, 45 petani tomat lainnya yang juga warga Plaosan, mengaku bersyukur atas naiknya harga tomat saat ini.
Adapun Suparmi menanam sebanyak 1.500 batang tanaman. Saat ini sudah tiga kali panen. Sekali panen menghasilkan satu kuintal tomat dengan nilai diestimasi Rp 1,5 juta.
Tomat dari kebun Suparmi dipasok ke tengkulak dan dijual di Pasar Agrobis Plaosan.
"Semoga harga tomat stabil di harga tertinggi saat ini. Kalau menanam di tanah sewa, kalau harganya tinggi setidaknya ada keuntungan yang bisa didapat petani,’’ bebernya. (ril/naz)
Editor : Budhi Prasetya