MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Bencana tanah longsor mengintai wisatawan yang berkunjung ke Telaga Sarangan.
Salah satunya terjadi pada Jumat (5/1) lalu. Tebing setinggi 40 meter dan lebar 10 meter sempat menutup jalan masuk menuju ke Telaga Sarangan, Magetan.
Selain itu, material longsor juga sempat menerjang Titik Sulasmi, Marsi dan Mohammad Daffa yang berboncengan sepeda motor di jalur menuju Telaga Sarangan.
Akibat kejadian tersebut, Daffa yang berumur 7 tahun meregang nyawa setelah sempat tak sadarkan diri karena mengalami luka di bagian kepala.
Minggu (7/1) kemarin, material longsor berupa tanah dan pepohonan yang sempat menutup akses masuk menuju ke Telaga Sarangan itu sudah selesai dibersihkan.
Sebelumnya, pembersihan dilakukan oleh BPBD, petugas pemadam kebakaran (damkar), TNI, dinas kebudayaan dan pariwisata (disbudpar) dengan dibantu oleh masyarakat setempat pasca kejadian.
Kabid Pengelolaan Pariwisata Disbudpar Magetan Eka Radityo memastikan Telaga Sarangan tidak ditutup. Semua telah kembali normal.
Wisatawan dapat berkunjung seperti biasa. Namun, pihaknya tetap meminta kepada para wisatawan untuk waspada ketika berkunjung ke Sarangan saat sedang hujan.
"Wisatawan bisa tetap berwisata ke Telaga Sarangan. Karena tidak ada penutupan meski beberapa waktu lalu sempat terjadi longsor di jalan menuju ke telaga,’’ katanya.
Sebelumnya, disbudpar sudah berkoordinasi dengan BPBD sebagai upaya dalam mengurangi risiko longsor.
Sehingga, tidak ada lagi korban jiwa bahkan kerugian besar yang menimpa masyarakat.
‘’Tapi, masyarakat kudu tetap hati-hati. Karena kondisinya saat ini cuaca ekstrem,’’ tutur Eka. (ril/her)
Editor : Budhi Prasetya