MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Lebih baik mencegah daripada mengobati. Ungkapan itu mungkin klise, namun benar adanya dalam menyikapi munculnya demam berdarah dengue (DBD) di Magetan.
Pasalnya, bulan Januari baru sembilan hari, tapi sudah ada sembilan kasus DBD di Magetan. Bisa dikatakan, satu warga terserang DBD saban hari.
"Maksimalkan pencegahan DBD dengan menggencarkan pemberantasan sarang nyamuk atau PSN,’’ ujar Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Magetan Agoes Yudi Purnomo, Selasa (9/1) kemarin.
Data dinkes setempat, kasus DBD terus muncul sejak November. Terperinci, ada enam kasus di November, sepuluh kasus di Desember, dan sembilan kasus di Januari 2024.
"Kuncinya PSN,” sebut Agoes.
PSN, lanjut Agoes, penting diterapkan untuk menjauhkan nyamuk aedes aegypti dari tempat tinggal.
Di luar rumah, bersihkan rumput liar dan tempat yang biasa digunakan jentik nyamuk untuk berkembang.
Juga pastikan bak penampungan air selalu tertutup dan kuras berkala.
"Masyarakat harus lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan di sekitar rumah,’’ pesannya.
Agoes juga menyarankan warga untuk rutin menggelar kerja bakti. Sebab buktinya, kerja bakti yang gencar dilakukan warga di sepanjang 2023 mampu menekan jumlah kasus DBD jika dibandingkan tahun 2022.
"Apabila PSN dimaksimalkan, dipastikan bisa menekan kasus DBD. Itu terbukti di Kecamatan Candirejo dan Panekan yang mulanya tinggi kasus namun saat dimaksimalkan gerakan PSN jumlah kasus DBD turun drastis,’’ sambungnya. (ril/naz)
DBD dari Tahun ke Tahun
- 208 penderita di tahun 2021, tiga anak meninggal
- 316 penderita di tahun 2022, empat anak meninggal
- 133 penderita di tahun 2023, seorang anak meninggal
DBD Empat Bulan Terakhir
- 0 kasus Oktober 2023
- 6 kasus November 2023
- 10 kasus Desember 2023
- 9 kasus Januari 2024
(Sumber: Dinkes Magetan)
Editor : Budhi Prasetya