MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun - Persepsi pohon kurma hanya bisa tumbuh di tanah Arab terbantahkan.
Ini setelah lereng Gunung Lawu terbukti mampu ditanami pohon kurma yang selama ini identik Timur Tengah itu.
Hal tersebut dibuktikan salah seorang petani Desa Tamanarum, Kecamatan Parang, Magetan, yang sukses membudidayakan kurma.
"Ada dua pohon. Sekarang sudah berumur 20 tahun,’’ ujar Toha Mahmudi, si empunya pohon kurma, Rabu (10/1).
Toha menerangkan, kedua pohon kurma yang ditanam di lahannya berjenis khalas. Tinggi masing-masing pohon mencapai lima meter.
Toha mengungkapkan cerita unik di balik budidaya pohon kurma tersebut.
"Sejak puluhan tahun dulu bapak sering melempar biji kurma ke pekarangan. Tidak disangka ternyata tumbuh jadi dua pohon,’’ ungkap Toha.
"Dulu sempat akan ditebang sebelum tahu bahwa itu ternyata pohon kurma,’’ sambungnya.
Singkat cerita, Toha merawat kedua pohon itu secara serius. Dia mengkombinasikan pupuk kompos dengan air beras sebagai nutrisi.
Toha juga rutin mengecek pohon kurmanya agar terbebas dari hama.
"Setahun panen dua kali,’’ ujarnya.
"Baru bisa berbuah lebat setelah disilangkan dan dirawat serius,’’ imbuh Toha.
Kurma dari kebun Toha dijual online maupun offline. Harga tergantung beratnya. Bahkan sebelum panen, sudah banyak yang pesan.
"Kurma ruthob atau yang muda banyak dipesan. Untuk program kehamilan,’’ jelasnya. (ril/naz)
Apa Itu Kurma Khalas?
- Varietas kurma dari Arab Saudi
- Khalas artinya paling sempurna
- Dikenal karena rasanya yang manis
- Teksturnya lembut
- Ukurannya sedang hingga besar
- Dipercaya dapat meningkatkan kekebalan tubuh
Kandungan Kurma Khalas
- Kalium
- Magnesium
- Vitamin B6
(Diolah dari berbagai sumber)
Editor : Budhi Prasetya