Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Sembilan Warga Magetan Opname Gegara DBD, Dinkes Magetan: Pahami Gejalanya, Jangan Sampai Terlambat

Budhi Prasetya • Jumat, 12 Januari 2024 | 17:30 WIB
Nyamuk Aedes aegypti. (ILUSTRASI GRAFIS RADAR MADIUN)
Nyamuk Aedes aegypti. (ILUSTRASI GRAFIS RADAR MADIUN)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Selain dihantui bencana hidrometeorologi, warga Magetan juga terancam terserang penyakit khas saat awal musim hujan.

Lima warga Magetan hingga kini masih dirawat di RSUD dr Sayidiman, Magetan, lantaran terdeteksi terjangkit demam berdarah dengue (DBD).

Sepanjang sepuluh hari bulan Januari tahun ini, sedikitnya sudah ada sembilan kasus DBD di Magetan. 

"Lima pasien yang saat ini dirawat sudah masuk tahap pemulihan. Segera dipulangkan,’’ kata Plt Kabid Pelayanan RSUD dr Sayidiman Magetan Dinne Fitriya, Kamis (11/1).

Dinne menerangkan, lima pasien DBD yang dirawat itu berusia dewasa. Selain mereka, ada satu pasien anak yang dirawat.

Itupun belum masuk fase DBD, yakni dengue fever (DF) atau demam dengue.

"Derajat DF lebih rendah dari DBD,’’ ujarnya.

Dinne menerangkan, perbedaan DF dan DBD ada pada risiko pendarahan. Penderita DBD bisa mengalami kondisi gawat apabila sampai kekurangan cairan.

"DBD tidak kenal usia,’’ sebutnya.

Para orang tua dituntut jeli dalam memahami gejala DBD pada anak. Sebab, anak hanya bisa merengek sakit.

"Kalau sudah dewasa, bisa sambat dan menilai gejala sendiri. Tapi kalau anak, hanya bisa rewel. Pahami gejalanya, jangan sampai terlambat,’’ pesannya. (ril/naz)

Editor : Budhi Prasetya
#magetan #RSUD dr Sayidiman #dbd