Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Tak Lolos Seleksi PPPK, Ratusan Pendidik Lokal Magetan Kalah Bersaing dengan Guru Luar Daerah, Ini Ketua Ketua PGRI

Budhi Prasetya • Selasa, 23 Januari 2024 | 18:30 WIB
ILUSTRASI: Seorang guru memandu jalannya KBM salah satu SD di Magetan.
ILUSTRASI: Seorang guru memandu jalannya KBM salah satu SD di Magetan.

 

 

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun - Terdaftar di dapodik tak serta merta atau otomatis bakal menyandang status guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). 

Masih tetap harus mengikuti seleksi PPPK. Selain kompetensi mumpuni, tentu saja juga butuh nasib mujur jika ingin lolos. 

Jika tidak, mungkin akan bernasib sama dengan para guru di Magetan ini. Kendati berstatus P4 (lulus pendidikan profesi guru dan terdaftar di dapodik), mereka kalah saing dengan guru bersertifikat pendidik (serdik) dari luar daerah.

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Magetan menyayangkan kondisi ini. Seharusnya, para guru honorer lokal bisa tuntas diangkat menjadi PPPK di 2023.

Namun fakta berkata sebaliknya. Ada 300 guru dari luar daerah yang menggeser para pendidik lokal.

Jika kutipan terkenal Tan Malaka berbunyi: terbentur, terbentur, terbentur, terbentuk, maka nasib para guru lokal ini: mengajar, mengajar, mengajar, terlempar.

"Bisa dikatakan pemkab kebobolan. Ketakutan yang kami suarakan beberapa waktu lalu benar terjadi,’’ kata Ketua PGRI Magetan Sundarto, Senin (22/1) kemarin.

Sundarto menjelaskan, ada 300-an guru di Magetan yang belum terakomodasi menjadi PPPK. Mereka berjuang dari nol di Magetan.

Sayangnya, saat seleksi PPPK, mereka kalah saing dengan guru yang mengantongi serdik. Diketahui, para guru dengan serdik bisa mendapat nilai afirmasi 100.

Baca Juga: Honorer P-3 di Pacitan Minta Diprioritaskan dalam Rekrutmen PPPK Tahun 2024, Begini Jawaban Bupati

"Hampir 99 persen guru P4 daerah tidak lolos karena tergeser pendaftar luar daerah yang memiliki serdik,’’ ungkapnya.

PGRI mendorong eksekutif dan yudikatif tak membiarkan keadaan ini.

"Pemkab dan DPRD harus duduk bersama. Guru honorer ini sudah bertahun-tahun mengabdi, jangan sampai terjadi kebobolan lagi,’’ tegas Sundarto.

"Seharusnya jika permasalahan GTT selesai tahun lalu, tahun ini bisa fokus ke PTT (pegawai tidak tetap),’’ sambungnya. (ril/naz)

 

Guru Lokal Tersingkir di Seleksi PPPK

Sumber: PGRI Magetan

Editor : Budhi Prasetya
#Serdik #guru #magetan #Seleksi PPK