MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Aksi culas pembeli tak jarang membuat keberadaan beras SPHP sulit dicari di pasaran. Ibarat kata seolah hilang ditelan bumi.
Beras SPHP di beberapa pasar tradisional di Magetan langsung ludes habis dibeli tak lama setelah dropping atau pengiriman oleh Bulog.
Tak ayal, Perum Bulog mengecam konsumen yang berbuat culas terhadap pembelian beras SPHP tersebut.
Maklum, praktik culas untuk keuntungan pribadi itu membuat beras SPHP pada sejumlah pasar tradisional di Magetan sulit didapat.
"Sesuai peraturan telah kami sampaikan kepada para pedagang soal adanya batasan pembelian beras Bulog oleh pembeli. Dengan maksud masyarakat bisa membeli beras murah secara merata,’’ kata Pimpinan Cabang Bulog Ponorogo Aan Sugiarto, Kamis (8/2) kemarin.
Dia berharap masyarakat berani melapor jika mendapati ada oknum yang membeli beras SPHP dalam jumlah besar untuk kepentingan pribadi.
‘’Jika, memang ada yang dilaporkan atau ketahuan pedagang berbuat curang pasti akan kami cabut izin menerima pasokannya,’’ ujarnya.
Namun demikian, Aan mengungkapkan sejauh ini belum ada kasus pedagang maupun konsumen yang berbuat culas dalam penjualan dan pembelian beras SPHP.
"Tujuan penyaluran SPHP ke pedangang itu merupakan upaya untuk menstabilkan harga beras yang tinggi dan membantu masyarakat dalam membeli beras dengan harga yang lebih murah,’’ terangnya.
Diberitakan sebelumnya, kenaikan harga beras membuat stok beras SPHP di Pasar Sayur Magetan ikut terdampak.
Baca Juga: Dalam Sehari, Stok Beras SPHP di Magetan Langsung Ludes
"Harga beras naik hampir untuk semua jenis, kecuali SPHP. Meski begitu, stok beras yang ada saat ini sudah habis,’’ kata Sri Sumartini, salah seorang pedagang sembako di Pasar Sayur Magetan, Rabu (7/2/2024).
Seperti di kios miliknya. Beras SPHP langsung diserbu pembeli sehari setelah di dropping oleh Perum Bulog. Ini karena beras tersebut harganya murah.
"Orang cari beras tidak seperti sekarang. Meskipun harganya mahal tetap saja dibeli,’’ ujarnya. (ril/her)
Editor : Budhi Prasetya