MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Pembukaan jalur pendakian Gunung Lawu via Cemorosewu setelah sempat ditutup beberapa waktu lalu, dimanfaatkan oleh para pendaki.
Libur panjang Isra Miraj dan Tahun Baru Imlek memberi kesempatan bagi para pendaki untuk muncak ke Gunung Lawu.
Jalur pendakian Gunung Lawu via Cemorosewu ini memang menjadi favorit para pendaki.
"Kami prediksi bisa sekitar seribu sampai dua ribu pendaki selama momen libur ini,” kata Asper BKPH Lawu Selatan Windu Prasitama, Kamis (8/2).
Prediksi tersebut didasarkan Windu dari momen libur panjang sebelumnya. Di hari biasa jalur pendakian Cemorosewu hanya dilintasi puluhan orang.
Namun setiap libur panjang, jumlah pendaki via Gerbang Cemorosewu yang dibuka 24 jam itu meningkat signifikan.
"Bisa sampai ratusan per hari,’’ ungkap Windu.
"Bahkan sejak awal libur panjang ini, sudah ada lebih dari 300 pendaki,’’ sambungnya.
Untuk diketahui, jalur pendakian dari Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, tersebut sempat ditutup lantaran cuaca buruk.
Belakangan ini, pendaki diperbolehkan melakukan pendakian namun dengan sejumlah syarat.
Di antaranya, tidak melakukan solo hiking, serta membawa perlengkapan yang memadai.
"Selalu utamakan keselamatan,’’ pesan Windu. (ril/naz)
Data Terkait Pendakian Gunung Lawu via Cemorosewu
- 000-2.000 estimasi jumlah pendaki selama libur panjang, 8-11 Februari
- Persentase 50:50 antara pendaki yang camping dengan pendaki pulang pergi
- Jalur pendakian dibuka 24 jam
- Pengelola masih melarang pendaki melakukan solo hiking
(Diolah dari wawancara)
Editor : Budhi Prasetya