MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Hari ini (14/2), seluruh masyarakat yang punya hak pilih mencoblos di TPS masing-masing.
Tak terkecuali ribuan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Fatah Temboro.
Para santri Al Fatah Temboro dengan suka cita menyalurkan hak pilih di 36 TPS khusus yang didirikan di ponpes tersebut.
Yang menarik, mereka menunaikan salat itikharah terlebih dahulu sebelum mendatangi TPS.
‘’Tidak ada arahan memilih calon tertentu. Santri bebas memilih setelah salat istikharah,’’ kata Barli Musaddad, kepala Madrasah Aliyah Ponpes Al Fatah Temboro.
Para santri diajurkan menunaikan salat istikharah, berdoa meminta pertolongan sekaligus petunjuk.
Agar calon pemimpin yang dicoblos merupakan pilihan terbaik.
Selanjutnya, mereka baru mencoblos di TPS. Putra dan putri tidak disatukan di TPS yang sama.
Ada 18 TPS khusus untuk santri putra dan 18 TPS khusus untuk santri putri.
Adapun jumlah pemilih yang masuk daftar pemilih tetap (DPT) berjumlah 9.026 dari total 20 ribu santri.
‘’Sisanya belum bisa menggunakan hak pilih karena usianya masih di bawah 17 tahun,’’ ujar Barli.
Santri yang dari luar provinsi hanya bisa mencoblos pilpres.
Sedangkan yang masih berasal dari Jatim juga bisa mencoblos DPRD provinsi dan DPR RI.
Sementara santri yang berasal dari Magetan mencoblos lima jenis pemilihan.
‘’Sedangkan pengajar dan warga lingkungan ponpes menyalurkan hak suaranya di TPS Desa Temboro,’’ tukasnya. (ril/naz)
Editor : Mizan Ahsani