Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Tak Pilih Reggrouping SD, Dindikpora Magetan: Menjaga Agar Sekolah Tetap Hidup 

Aprilita Sari • Jumat, 23 Februari 2024 | 00:00 WIB

 

Ilustrasi dua siswi SD belajar di dalam kelas.
Ilustrasi dua siswi SD belajar di dalam kelas.
 

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora) Magetan tak menjadikan opsi regrouping dalam menyelesaikan masalah di tingkat pendidikan dasar.

Kebijakan regrouping itu tak bukan satu-satunya solusi atas problem kekurangan siswa di sejumlah sekolah di Magetan tahun ini.

Menurut Dindikpora Magaetan, ada banyak faktor yang mempengaruhi. Di antaranya, kondisi psikologi siswa itu sendiri.

Meski begitu, pihak dindikpora menyatakan perlu ada standar berdasar kajian agar kekurangan siswa di sejumlah SD tidak terus menerus terjadi setiap tahun.

"Pertimbangannya, menjaga agar sekolah tersebut tetap hidup. Baik itu dari sisi fasilitas dan ketersediaan tenaga pendidiknya,’’ kata Kabid Pendidikan Dasar Dindikpora Magetan Irawan, Rabu (21/2) kemarin.

Menurutnya, kebijakan regrouping sekolah harus disertai kajian atau analisis lingkungan, sosial, demografi dan sebagainya.

Sehingga, tidak hanya mengacu pada masalah minim siswa semata.

"Tidak ada perintah khusus dari kepala daerah terkait tak adanya kebijakan regrouping tahun ini. Tapi, memang karena pertimbangan kondisi yang ada di lapangan,’’ jelas Irawan.

Pun, dia mengungkapkan sekolah yang dapat di-regrouping mesti memenuhi syarat. Selain sudah dilakukan kajian, sekolah tersebut dinyatakan tidak mempunyai siswa selama tiga tahun berturut-turut.

"Sementara di Magetan, tidak ada yang demikian. Beberapa sekolah, jumlah siswanya fluktuatif,’’ katanya. (ril/her) 

Editor : Budhi Prasetya
#magetan #regrouping #kekurangan siswa #dindikpora