MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) tengan menjadi buruan warga belakangan ini.
Tak heran jika antrean warga terlihat di sejumlah kios yang menjual beras SPHP. Termasuk juga saat gelaran Gerakan Pangan Murah (GPM) di Pasar Parang, Magetan, Kamis (29/2) kemarin.
Bahkan sejumlah warga tampak menggendong anak balita mereka saat mengantre. Maklum, harga beras SPHP yang dijual lebih ramah bagi kantong warga Magetan.
Wiwin, salah seorang warga Parang, mengaku sudah mengantre sekitar hampir sejam untuk bisa membeli beras SPHP.
Dia nekat berdesakan dengan warga lainnya kendati sedang menggendong anaknya untuk antre beras murah.
Ketika beras kemasan 5 kilogram (kg) itu sudah didapat, wajah Wiwin langsung semringah. Wajar, harga beras premium di pasaran sudah tembus Rp 17 ribu per kilogram.
Sementara beras medium yang kualitasnya dibawahnya dibanderol berkisar Rp 14–15 ribu. Jauh lebih murah beras SPHP.
‘’Syukur bisa dapat beras ini (SPHP), meskipun harus antre sejam,’’ ujarnya.
GPM yang dilaksanakan pagi kemarin adalah kerjasama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (disperindag) Magetan bersama bulog.
Delapan ton beras yang disediakan langsung ludes dibeli warga kurang dari satu jam.
Selain di Pasar Parang, GPM juga digelar di Pasar Lembeyan. Hanya saja, stok ekitar 8 ton beras yang disediakan tidak sampai ludes.
Diperindag Magetan dan bulog lantas membawa sisa stok beras itu ke Pasar Parang untuk dijual. Hasilnya, semua habis terjual. (ril/her)
Editor : Budhi Prasetya