Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Kesulitan Cari Sampel Makanan, Ini Kata Polisi Soal Dugaan Keracunan Makanan Warga Lembeyan

Aprilita Sari • Minggu, 3 Maret 2024 | 02:00 WIB
PERIKSA: Petugas memeriksa kondisi salah satu pasien yang masih dirawat inap karena keracunan, Jumat (1/3).
PERIKSA: Petugas memeriksa kondisi salah satu pasien yang masih dirawat inap karena keracunan, Jumat (1/3).

 

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun - Peristiwa dugaan keracunan makanan yang dialami warga Desa Dukuh, Kecamatan Lembeyan, Magetan, menarik perhatian pihak kepolisian. 

Dari hasil pendataan Polsek Lembeyan, total ada 21 warga Desa Dukuh, Kecamatan Lembeyan, yang diduga mengalami keracunan makanan.

Penyebabnya sama, mereka sebelumnya menyantap makanan yang dibawa dari acara hajatan selapanan Eko, warga setempat.

"Pusing, mual, muntah. Seperti gejala diare,’’ ujar Kapolsek Lembeyan AKP Sunarto, Jumat (1/ 3).

Sunarto menerangkan, ada lima orang yang dirawat di UGD Puskesmas Lembeyan. Sementara satu orang dirawat jalan.

Adapun 15 orang lainnya berobat ke bidan atau menempuh pengobatan secara mandiri.

"Sejauh ini kondisi pasien semakin membaik,” paparnya.

Pihak kepolisian mengklaim telah menggali keterangan dari para pasien dan penyelenggara hajatan selapanan.

Namun demikian, polisi kesulitan mendapatkan sampel makanan tersebut karena acara berlangsung Rabu (28/2) lalu.

Wiji, keluarga penyelenggara hajatan, mengatakan bahwa dia yang memasak makanan untuk selapanan Rabu malam lalu.

Dia mengaku tak tahu menahu kenapa puluhan tetangganya keracunan.

"Saya tidak tahu, bisa saja bukan dari sini penyebabnya. Karena keluarga saya juga makan tapi tidak apa-apa,’’ sebutnya. (ril/naz)

Editor : Budhi Prasetya
#magetan #keracunan makanan