Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Lebaran, Mbok Yem Turun Gunung Lawu dengan Ditandu, Warungnya Tetap Buka

Hengky Ristanto • Sabtu, 6 April 2024 | 22:26 WIB
PULANG KAMPUNG: Mbok Yem pulang mudik ke Gonggang dengan cara ditandu menuruni Gunung Lawu, Sabtu (6/4). (AJI PUTRA/RADAR MAGETAN)
PULANG KAMPUNG: Mbok Yem pulang mudik ke Gonggang dengan cara ditandu menuruni Gunung Lawu, Sabtu (6/4). (AJI PUTRA/RADAR MAGETAN)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Momen Lebaran tak ingin dilewatkan Wakiyem alias Mbok Yem begitu saja. Sabtu (6/4) pagi, nenek 75 tahun yang memiliki warung di ketinggian 3.170 meter di atas permukaan laut (Mdpl) itu memilih mudik di kampung halamannya, Desa Gonggang, Poncol.

Mbok Yem menuruni Gunung Lawu dengan cara ditandu. Tidak banyak barang bawaan yang dibawanya. Kecuali bekal makanan. Dia turun sekitar pukul 07.00. Dan, tiba di pos pendakian Cemorosewu sekitar pukul 10.50. ‘’Setiap setahun sekali turun untuk mudik. Hanya pas Lebaran saja,’’ kata Mbok Yem.

Dia akan berada di kediamannya di Gonggang selama setengah bulan. Mbok Yem ingin berlebaran dengan empat anak berikut cucunya yang juga pulang mudik dari Gresik, Kalimantan dan Boyolali.

Meski ditinggal mudik, Mbok Yem mengaku warungnya yang ada di Hargo Dumilah tetap buka. Sebab, jalur pendakian Gunung Lawu tetap dibuka meski Lebaran. ‘’Turun tadi ditandu. Karena memang saya sudah tidak kuat jalan,’’ ungkapnya. (ril/her)

 

Editor : Hengky Ristanto
#magetan #lebaran #mbok yem #mudik #gunung lawu